A. Bagian-bagian Panggul
1. Panggul besar (Pelvis Mayor)
Panggul besar dibentuk
oleh 4 buah tulang :
a. 2 tulang pangkal paha
(Os Coxae), terdiri dari tiga buah tulang :
1. Tulang
Usus (Os. Ilium)
§ Merupakan
tulang terbesar dari panggul dan membentuk bagian atas dan bagian
belakang tulang panggul
§ Batas
atasnya merupakan penebalan tulang yang disebut crista iliaca
§ Ujung
depan dan belakang crista iliaca menonjol : spina iliaca anterior superior dan
spina iliaca posterior superior
2. Tulang
Duduk (Os. Ischium)
· Terdapat
disebelah bawah tulang usus
· Pinggir
belakang menonjol : spina ischiadica
§ Pinggir
bawah tulang duduk sangat tebal, yang mendukung badan saat duduk disebut
tuber ischiadicum
3. Tulang
Kemaluan (Os. Pubis)
§ Terdapat
disebelah bawah dan depan tulang usus
§ Dengan
tulang duduk dibatasi foramen obturatum
· Tangkai
tulang kemaluan yang berhubungan dengan tulang usus: ramus superior ossis pubis
b. 1 tulang kelangkang
(Os. Sacrum)
Tulang ini berbentuk segitiga
dengan lebar dibagian atas dan mengecil dibagian bawahnya. Tulang
kelangkang terletak di antara kedua tulang pangkal
paha. Terdiri dari lima ruas tulang yang berhubungan erat.
c. 1 tulang tungging (Os.
Coccygis)
Berbentuk segitiga dengan
ruas tiga sampai lima buah dan bersatu. Pada saat persalinan
tulang tungging dapat didorong ke belakang sehingga memperluas jalan
lahir
2. Panggul kecil (Pelvis Minor)
terbentuk oleh 4 buah tulang
Panggul kecil dalam ilmu
kebidanan mempunyai arti yang penting karena merupakan tempat
alat reproduksi wanita yang membentuk jalan lahir. Panggul kecil
dibentuk oleh 4 buah bidang yaitu :
a. Pintu Atas Panggul
Pintu atas panggul merupakan bulatan
oval dengan panjang ke samping dan dibatasi oleh :
· Promontorium
· Sayap
os sakrum
· Linea
terminalis kiri dan kanan
· Pinggir
atas simfisis pubis
Pada
pintu atas panggul (PAP) ditentukan 3 ukuran penting, yaitu :
·
Ukuran muka belakang (Conjugata
Vera) : Panjangnya sekitar 11 cm, tidak dapat diukur secara
langsung, tetapi ukurannya diperhitungkan melalui pengukuran Conjugata
diagonalis. Panjang Conjugata diagonalis antara promontorium dan tepi bawah
simfisis pubis. Conjugata Vera (CV) = CD – 1,5 CM.
·
Ukuran melintang (Diameter
Transversa) : Jarak antara kedua linea terminalis
(12,5 cm)
·
Ukuran serong (Diameter Obliqua)
: Jarak antara artikulasio sacro-iliaka menuju tuberkulum pubikum
yang bertentangan. Kedua ukuran ini tidak dapat diukur pada wanita yang masih
hidup.
b. Bidang Luas Panggul
Bidang terluas dalam panggul wanita membentang antara
pertengahan simfisis menuju pertemuan tulang belakang (Os sacrum) kedua dan
ketiga. Ukuran muka belakangnya 12,75 cm dan ukuran melintang 12,5 cm. Dalam
proses persalinan bidang ini tidak menimbulkan kesukaran.
c. Bidang Sempit Panggul
Bidang sempit panggul mempunyai ukuran terkecil jalan lahir,
membentang setinggi tepi bawah simfisis menuju kedua spina ischiadica dan
memotong tulang sakrum setinggi 1-2 cm di atas ujungnya.
Ukuran muka belakangnya 11,5 cm dan
ukuran melintangnya sebesar 10 cm.
d. Pintu Bawah Panggul
Pintu bawah panggul terdiri dari 2
segitiga dengan dasar yang sama
· Segitiga
depan : dasarnya tuber ossis
ischiadica dengan dibatasi arkus pubis
· Segitiga
belakang : dasarnya tuber ossis dan
dibatasi oleh os sakrum
Ukuran-ukuran pintu bawah panggul
adalah :
·
Ukuran muka belakang
Tepi bawah simfisis menuju ujung tulang sakrum (11,5 cm)
·
Ukuran melintang
Jarak antara tuber ischiadica kanan dan kiri sebesar 10-10,5
cm
·
Diameter sagitalis posterior
Ujung tulang sakrum ke pertengahan ukuran melintang 7,5 cm
Sistem
Bidang Hodge
Untuk menentukan seberapa jauh
bagian terdepan janin turun ke dasar panggul. Hodge menentukan bidang penurunan
sebagai berkut :
· Hodge
I : bidang yang
sana dengan pintu atas panggul
· Hodge
II : bidang yang sejajar dengan
H I setinggi tepi bawah simfisis
· Hodge
III : bidang yang sejajar dengan H II
setinggi spina ischiadica
· Hodge
IV : bidang yang sejajar dengan H III
setinggi ujung tulang sakrum
B. Fungsi Panggul Wanita
1. Bagian keras panggul wanita terdiri dari
:
§ Panggul
besar (pelvis mayor) : menyangga isi abdomen
§ Panggul
kecil (pelvis minor) : membentuk jalan lahir dan tempat
alat genetalia
2. Bagian lunak panggul wanita
§
Membentuk lapisan dalam lahir
§
Menyangga alat genetalia agar tetap dalam posisi
yang normal saat hamil maupun saat nifas
§
Saat persalinan, berperan dalam proses pelahiran
dan kala uri
C. Bentuk-bentuk Panggul Wanita
Menurut Caldwell-Moloy ada 4
bentuk panggul :
a.
Panggul Gynecoid :
Bentuk
panggul ideal, bulat dan merupakan jenis panggul
tipikal wanita
b.
Panggul Android :
Bentuk PAP seperti segitiga,
merupakan jenis jenis panggul tipikal pria
c.
Panggul Antropoid :
Bentuk PAP seperti elips, agak
lonjong seperti telur
d.
Panggul Platipeloid :
Bentuk PAP seperti kacang atau
ginjal, picak, menyempit arah muka belakang.
Tulang
panggul yang terdiri dari 4 buah tulang berhubungan erat melalui persendian. Di
samping persendian tulang panggul dihubungkan oleh jaringan ikat berupa
ligamentum sehingga seluruhnya merupakan dan membentuk jalan lahir yang kuat.
Jaringan ikat yang menghubungkan tulang tersebut adalah :
1)
Permukaan belakang tulang sakrum ke tulang usus :
Ligamentum sacro-iliaka posterior
2)
Permukaan depan tulang sakrum ke tulang usus
:
Ligamentum sacro-iliaka anterior,
Ligamentum illiolumbalis, Ligamentum sacro-iliaka interossea
3)
Tulang sacrum ke spina ischiadica :
Ligamentum sacrospinosum
4)
Tulang sacrum ke tuber ossis ischiadica :
Ligamentum
sacrotuberosum
5)
Tulang pangkal paha kanan dan kiri dihubungkan
oleh :
Simfisis Pubis
MENSTRUASI
A. Pengertian
Menstruasi
merupakan proses pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan
perdarahan dan terjadi secara berulang setiap bulan kecuali pada saat
kehamilan. Menstruasi yang berulang setiap bulan tersebut pada akhirnya akan
membentuk siklus menstruasi. Menstruasi pertama (menarche) pada remaja putri
sering terjadi pada usia 11 tahun. Namun tidak tertutup kemungkinan terjadi
pada rentang usia 8-16 tahun. Menstruasi merupakan pertanda masa reproduktif
pada kehidupan seorang perempuan, yang dimulai dari menarce sampai terjadinya
menopause.
Awal
siklus menstruasi dihitung sejak terjadinya perdarahan pada hari ke-1 dan
berakhir tepat sebelum siklus menstruasi berikutnya. Umumnya, siklus menstruasi
yang terjadi berkisar antara 21-40 hari. Hanya 10-15% wanita yang memiliki
siklus 28 hari. Jarak antara siklus yang paling panjang biasanya terjadi sesaat
setelah menarche dan sesaat sebelum menopause.
Siklus
menstruasi Sebagian besar wanita terjadi pada pertengahan usia reproduktif,
perdarahan menstruasi terjadi setiap 25-35 hari dengan median panjang siklus
adalah 28 hari. Wanita dengan siklus ovulatorik, selang waktu antara awal
menstruasi hingga ovulasi – fase folikular – bervariasi lamanya. Siklus yang
diamati terjadi pada wanita yang mengalami ovulasi. Selang waktu antara awal
perdarahan menstruasi – fase luteal – relatif konstan dengan rata-rata 14 ± 2
hari pada kebanyakan wanita.
Lama
keluarnya darah menstruasi juga bervariasi; pada umumnya lamanya 4 sampai 6
hari, tetapi antara 2 sampai 8 hari masih dapat dianggap normal. Pengeluaran
darah menstruasi terdiri dari fragmen-fragmen kelupasan endrometrium yang
bercampur dengan darah yang banyaknya tidak tentu. Biasanya darahnya cair,
tetapi apabila kecepatan aliran darahnya terlalu besar, bekuan dengan berbagai
ukuran sangat mungkin ditemukan. Ketidakbekuan darah menstruasi yang biasa ini
disebabkan oleh suatu sistem fibrinolitik lokal yang aktif di dalam
endometrium.
Rata-rata
banyaknya darah yang hilang pada wanita normal selama satu periode menstruasi
telah ditentukan oleh beberapa kelompok peneliti, yaitu 25-60 ml. Konsentrasi
Hb normal 14 gr per dl dan kandungan besi Hb 3,4 mg per g, volume darah ini
mengandung 12-29 mg besi dan menggambarkan kehilangan darah yang sama dengan
0,4 sampai 1,0 mg besi untuk setiap hari siklus tersebut atau 150 sampai 400 mg
per tahun.
B.
Siklus Menstruasi
![siklus ovarium[11].jpg](file:///C:\DOCUME~1\DENIn\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image010.jpg)
Siklus menstruasi bervariasi pada tiap wanita dan hampir 90%
wanita memiliki siklus 25-35 hari dan hanya 10-15% yang memiliki panjang siklus
28 hari, namun beberapa wanita memiliki siklus yang tidak teratur dan hal ini
bisa menjadi indikasi adanya masalah kesuburan. Panjang siklus menstruasi
dihitung dari hari pertama periode menstruasi hari dimana pendarahan dimulai
disebut sebagai hari pertama yang kemudian dihitung sampai dengan hari terakhir
yaitu 1 hari sebelum perdarahan menstruasi bulan berikutnya dimulai.
Seorang wanita memiliki 2 ovarium dimana masing-masing
menyimpan sekitar 200.000 hingga 400.000 telur yang belum matang/folikel.
Normalnya, hanya satu atau beberapa sel telur yang tumbuh setiap periode
menstruasi dan sekitar hari ke 14 sebelum menstruasi berikutnya, ketika sel
telur tersebut telah matang maka sel telur tersebut akan dilepaskan dari
ovarium dan kemudian berjalan menuju tuba fallopi untuk kemudian dibuah, yang
disebut ovulasi.
Pada permulaan siklus, sebuah kelenjar didalam otak
melepaskan hormon yang disebut Follicle Stimulating Hormone (FSH) kedalam
aliran darah sehingga membuat sel-sel telur tersebut tumbuh didalam ovarium.
Salah satu atau beberapa sel telur kemudian tumbuh lebih cepat daripada sel
telur lainnya dan menjadi dominan hingga kemudian mulai memproduksi hormon yang
disebut estrogen yang dilepaskan kedalam aliran darah.
Hormon estrogen dan hormone FSH membantu sel telur yang
dominan tersebut tumbuh dan kemudian memberi signal kepada rahim agar
mempersiapkan diri untuk menerima sel telur tersebut. Hormon estrogen tersebut
juga menghasilkan lendir yang lebih banyak di vagina untuk membantu
kelangsungan hidup sperma setelah berhubungan intim. Ketika sel telur telah
matang, sebuah hormon dilepaskan dari dalam otak yang disebut dengan
Luteinizing Hormone (LH). Hormone ini dilepas dalam jumlah banyak dan memicu
terjadinya pelepasan sel telur yang telah matang dari dalam ovarium menuju tuba
falopi. Jika pada saat ini, sperma masuk kedalam tuba falopi tersebut, maka sel
telur tersebut memiliki kesempatan yang besar untuk dibuahi. Sel telur yang
telah dibuahi memerlukan beberapa hari untuk berjalan menuju tuba falopi,
mencapai rahim dan pada akhirnya “menanamkan diri” didalam rahim. Kemudian, sel
telur tersebut akan membelah diri dan memproduksi hormon Human Chorionic
Gonadotrophin (HCG). Hormon tersebut membantu pertumbuhan embrio didalam rahim.
Jika sel telur yang telah dilepaskan tersebut tidak dibuahi, maka endometrium
akan meluruh dan terjadilah proses menstruasi.
Pada tiap siklus dikenal 3 masa utama yaitu:
1). Masa menstruasi
Berlangsung selama 2-8 hari. Pada saat itu endometrium
(selaput rahim) dilepaskan sehingga timbul perdarahan dan hormon-hormon ovarium
berada dalam kadar paling rendah.
2). Masa proliferasi
Dari berhenti darah menstruasi sampai hari ke-14. Setelah
menstruasi berakhir, dimulailah fase proliferasi dimana terjadi pertumbuhan
dari desidua fungsionalis untuk mempersiapkan rahim untuk perlekatan janin.
Pada fase ini endometrium tumbuh kembali. Antara hari ke-12 sampai 14 dapat
terjadi pelepasan sel telur dari indung telur (disebut ovulasi).
3). Masa sekresi.
Masa sekresi adalah masa sesudah terjadinya ovulasi. Hormon
progesteron dikeluarkan dan mempengaruhi pertumbuhan endometrium untuk membuat
kondisi rahim siap untuk implantasi (perlekatan janin ke rahim)
C. Gangguan Dalam Menstruasi
Gangguan menstruasi adalah kelainan-kelainan pada keadaan
menstruasi yang dapat berupa kelainan atau kelainan dari jumlah darah yang
dikeluarkan dan lamanya perdarahan.

Macam
– macam gangguan menstruasi
1.
Premenstrual Tension (Ketegangan Prahaid)
Ketegangan prahaid adalah
keluhan-keluhan yang biasanya mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum
datangnya haid dan menghilang sesudah haid datang walaupun kadang-kadang
berlangsung terus sampai haid berhenti.
Penyebabnya :
Salah satu penyebab utama
premenstrual tension adalah faktor kejiwaan, masalah dalam keluarga dan masalah
sosial. Jika ditinjau dari aspek anatomi penyebab esensial dari gangguan
tersebut adalah adanya defesiensi luteal dan pengurangan produksi progesterone
serta ketidakseimbangan estrogen dan progesteron dengan akibat retensi cairan
dan natrium.
Patofisiologi
Meningkatnya kadar esterogen dan
menurunnya kadar progesteron di dalam darah, yang akan menyebabkan gejala
deprese dan khususnya gangguan mental. Kadar esterogen akan mengganggu proses
kimia tubuh ternasuk vitamin B6 (piridoksin) yang dikenal sebagai vitaminanti
depresi karena berfungsi mengontrol produksi serotonin. Serotonin penting
sekali bagi otak dan syaraf, dan kurangnya persediaan zat ini dalam jumlah yang
cukup dapat mengakibatkan depresi. Hormon lain yang dikatakan sebagai penyebab
gejala premenstruasi adalah prolaktin, yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis
dan dapat mempengaruhi jumlah esterogen dan progesteron yang dihasilkan pada
setiap siklus. Jumlah prolaktin yang terlalu banyak dapat mengganggu keseimbangan
mekanisme tubuh yang mengontrol produksi kedua hormon tersebut. Wanita yang
mengalami sindroma pre-menstruasi tersebut kadar prolaktin dapat tinggi atau
normal. Gangguan metabolisme prostaglandin akibat kurangnya gamma linolenic
acid (GLA). Fungsi prostaglandin adalah untuk mengatur sistem reproduksi,
sistem saraf, dan sebagai anti peradangan.
2.
Disminorea
Disminorea adalah nyeri haid menjelang atau selama haid,
sampai membuat wanita tersebut tidak dapat bekerja dan harus tidur. Nyeri
sering bersamaan dengan rasa mual, sakit kepala, perasaan mau pingsan, lekas
marah.
Penyebabnya :
Jika ditinjau dari aspek anatomi,yang menjadi salah satu
penyebab gangguan disminorea adanya sekresi hormonsecara berlebihan atau
sekresi sejenis zat yang disebut prostaglandin. Zat inilah yang menyebabkan
peningkatan frekuensi kontraksi otot rahim sehingga menimbulkan nyeri
haid.Dikenal adanya disminore primer dan sekunder.
Nyeri haid atau disminorea ada dua macam :
·
Nyeri haid primer
Timbul
sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu, tepatnya
setelah stabilnya hormon tubuh atau perubahan posisi rahim setelah menikah dan
melahirkan. Nyeri haid itu normal, namun dapat berlebihan jika dipengaruhi oleh
faktor psikis dan fisik, dan seperti stres, shock, penyempitan pembuluh darah,
penyakit yang menahun, kurang darah, dan kondisi tubuh yang menurun. Gejala
tersebut tidak membahayakan kesehatan.
·
Nyeri haid sekunder
Biasanya
baru muncul kemudian, yaitu jika ada penyakit atau kelainan yang menetap seperti
infeksi rahim, kista atau polip, tumor sekitar kandungan, kelainan kedudukan
rahim yang mengganggu organ dan jaringan di sekitarnya.
3.
Pendarahan Uterus Abnormal
1) Hipermenore
Hipermenore adalah perdarahan berkepanjangan atau berlebihan
pada waktu menstruasi teratur. Bisa disebut juga dengan perdarahan haid yang
jumlahnya banyak hingga 6-7 hari, ganti pembalut 5-6 kali/hari tetapi masih
memiliki siklus-siklus yang teratur. Pada hipermenore perdarahan menstruasi
berat berlangsung sekitar 8-10 hari dengan kehilangan darah lebih dari 80ml.
2) Amenore
Amenore bukan suatu penyakit tetapi merupakan gejala.
Amenore adalah tidak adanya haid selama 3 bulan atau lebih.
Penyebabnya.
Jika ditinjau dari aspek anatomi, penyebab utama terjadinya
hipermenore adalah terhambatnya fase proliferasi pada dinding endometrium,
dikarenakan produksi hormone estrogen kurang optimal. Selain itu, gangguan
amenore disebabkan tidak normalnya produksi FSH serta LH, dalam hal
inimasing-masing bertujuan untuk merangsang pertumbuhan folikel yang terdapat
pada ovarium hingga folikel matang dan mempercepat terjadinya ovulasi
4. Sindrom Pramenstruasi (PMS)
Sindrom
pramenstruasi (PMS) adalah sekelompok gejala fisik, emosi, dan perilaku yang
umumnya terjadi pada minggu terakhir fase luteal (seminggu sebelum haid).
Gejala biasanya tidak dimulai sampai 13 hari sebelum siklus, dan selesai dalam
waktu 4 hari setelah perdarahan dimulai.
Beberapa
gejala PMS yang sering dirasakan:
·
Payudara menjadi lembut dan bengkak
·
Depresi,
mudah tersinggung, murung dan emosi labil (mood swing)
·
Tidak tertarik seks (libido menurun)
·
Jerawat berkala
·
Perut kembung atau kram
·
Sakit kepala atau sakit persendian
·
Sulit tidur
·
Sulit buang air besar (BAB)
5. Menoragia
Menoragia
adalah istilah medis untuk perdarahan menstruasi yang berlebihan. Dalam satu
siklus menstruasi normal, perempuan rata-rata kehilangan sekitar 30
ml darah selama sekitar 7 hari haid. Bila perdarahan melampaui 7 hari atau
terlalu deras (melebihi 80 ml), maka dikategorikan menoragia.
Penyebab
utama menoragia adalah ketidakseimbangan jumlah estrogen dan progesteron dalam
tubuh. Ketidakseimbangan tersebut menyebabkan endometrium terus terbentuk.
Ketika tubuh membuang endometrium melalui menstruasi, perdarahan menjadi
parah.
Menoragia
juga bisa disebabkan oleh gangguan tiroid, penyakit darah, dan
peradangan/infeksi pada vagina atau leher rahim.
D.
Fase-fase dalam siklus menstruasi
Fase-fase dalam sikus menstruasi merupakan hasil kerjasama
yang sangat terkoordinasi antara hipofisis anterior, ovarium, dan uterus.
Fase-fase tersebut adalah :
a) Fase menstruasi atau
deskuamasi
Fase menstruasi ini terjadi jika ovum tidak dibuahi sperma,
sehingga korpus luteum menghentikan produksi hormon esterogen dan progesteron.
Turunnya kadar esterogen dan progesteron menyebabkan lepasnya ovum dari
endometrium yang disertai robek dan luruhnya endometrium, sehingga terjadi
pendarahan. Fase menstruasi ini berlangsung kurang lebih 5 hari. Darah yang
keluar selama menstruasi berkisar antara 50-150 ml.
b) Fase pasca menstruasi atau fase regenerasi
Fase ini, terjadi penyembuhan luka akibat lepasnya
endometrium. Kondisi ini mulai sejak fase menstruasi terjadi dan berlangsung
selama ± 4 hari.
c) Fase intermenstum atau fase proliferasi
Pada fase ini hormon pembebas gonadotropin yang dikeluarkan
hipotalamus akan memacu hipofise untuk mengeluarkan FSH. FSH singkatan dari
folikel stimulating hormon. FSH memacu pematangan folikel dan merangsang
folikel untuk mengeluarkan hormon esterogen. Adanya esterogen menyebabkan
pembentukan kembali (poliferasi) dinding endometrium. Peningkatan kadar
esterogen juga menyebabkan serviks untuk mengeluarkan lendir yang bersifat
basa. Lendir ini berfungsi untuk menetralkan suasana asam pada vagina sehingga
mendukung kehidupan sperma.Setelah luka sembuh, akan terjadi penebalan pada
sendometrium ± 3,5 mm. Fase ini berlangsung dari hari ke-5 sampai hari ke-14
dari siklus menstruasi.
Fase proliferasi dibagi menjadi 3 tahap, yaitu :
·
Fase proliferasi dini, terjadi pada
hari ke-4 sampai hari ke-7. Fase ini dapat dikenali dari epitel permukaan yang
tipis dan adanya regenerasi epitel.
·
Fase proliferasi madya, terjadi pada
hari ke-8 sampai hari ke-10. Fase ini merupakan bentuk transisi dan dapat
dikenali dari epitel permukaan yang berbentuk torak yang tinggi.
·
Fase proliferasi akhir, berlangsung
antara hari ke-11 sampai hari ke-14. Fase ini dapat dikenali dari permukaan
yang tidak rata dan dijumpai banyaknya mitosis.
d) Fase pramenstruasi
atau fase sekresi
Fase ini berlangsung dari hari ke-14
sampai ke-28. Fase ini endometrium kira-kira tetap tebalnya, tetapi bentuk
kelenjar berubah menjadi panjang berkelok-kelok dan mengeluarkan getah yang
makin lama makin nyata. Bagian dalam sel endometrium terdapat glikogen dan
kapur yang diperlukan sebagai bahan makanan untuk telur yang dibuahi.
Fase sekresi dibagi dalam 2 tahap,
yaitu :
·
Fase sekresi dini, pada fase ini
endometrium lebih tipis dari fase sebelumnya karena kehilangan cairan.
·
Fase sekresi lanjut, pada fase ini
kelenjar dalam endometrium berkembang dan menjadi lebih berkelok-kelok dan
sekresi mulai mengeluarkan getah yang mengandung glikogen dan lemak. Akhir masa
ini, stroma endometrium berubah kearah sel-sel; desidua, terutama yang ada di
seputar pembuluh-pembuluh arterial. Keadaan ini memudahkan terjadinya
nidasi.Disamping itu dalam siklus menstruasi hormone sangat berpengaruh
diantaranya adalah yang dihasilkan gonadotropin hipofisis yaitu :
1.
Luteinizing Hormon (LH) yang
dikeluarkan oleh hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan LH. LH
merupakan glikoprotein yang dihasilkan oleh sel-sel asidofilik (afinitas
terhadap asam), bersama dengan FSH berfungsi mematangkan folikel dan sel telur,
serta merangsang terjadinya ovulasi. Folikel yang melepaskan ovum selama
ovulasi disebut korpus rubrum yang disusun oleh sel-sel lutein dan disebut
korpus luteum.
2.
Folikel Stimulating Hormon (FSH)
yang dikeluarkan oleh hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan FSH.
FSH merupakan glikoprotein yang dihasilkan oleh sel-sel basofilik (afinitas
terhadap basa). Hormon ini mempengaruhi ovarium sehingga dapat berkembang dan
berfungsi pada saat pubertas. FSH mengembangkan folikel sprimer yang mengandung
oosit primer dan keadaan padat (solid) tersebut menjadi folikel yang
menghasilkan estrogen.
3.
Prolaktin Releasing Hormon (PRH)
yang menghambat hipofisis untuk mengeluarkan prolaktin.Berbeda dengan LH dan
FSH, prolaktin terdiri dari satu rantai peptida dengan 198 asam amino, dan sama
sekali tidak mengandung karbohidrat. Secara pilogenetis, prolaktin adalah suatu
hormon yang sangat tua serta memiliki susunan yang sama dengan hormon
pertumbuhan (Growth hormone, Somatogotropic hormone, TSH, Somatotropin).
Secara sinergis dengan estradia, prolaktin mempengaruhi payudara dan laktasi,
serta berperan pada pembentukan dan fungsi korpus luteum



